Menjalin Ukhuwah diatas Sunnah

Nasihat Perpisahan Dari Syaikh Husni “Allah yarhamuh”

(Disadur secara bebas dari kajian Syaikh Husni yang terekam-red)

 

Syaikh Husni“Allah yarhamuh”dengan segenap perjuangannya untuk Sunnah, telah menitipkan pesan dan nasihat yang sangat berharga bagi kita semua. Sebuah wasiat yang sudah sepantasnya terukir oleh tinta-tinta emas, dibingkai dengan permata-permata keindahan untuk kemudian disemayamkan dalam dada-dada salafiyyin yang mendambakan persatuan serta kebersamaan abadi di atas al-Haq.

Sebuah pesan yang tidak satupun rangkaian kalimatnya melainkan muncul dari beningnya telaga ketu1usan dan jernihnya mata air keikhlasan, …Duhai !!

betapa meruginya hati-hati yang tidak bergetar dan mengambil manfaat di hari itu.

Mari…wahai ummat !! sejenak kita bergegas menuju telaga itu dan mendulang mata airnya yang bening.

Sebuah nasihat yang beliau petik dari untaian nasihat perpisahan Rasulullah e. Semakna dengan nasihat semakna dengan nasihat Rasulullah e, serupa dan seirama dalam kandungan dan tujuannya. Yaitu wasiat untuk selalu meniti jalnnya al jama’ah (persatuan di atas al-Haq dan tekad untuk menjauhi firqah-firqah yang mencabik-cabik persatuan Islam)

Sahabat Rasulullah e yang mulia, Irbadl bin Sariyah  telah mengisahkan: “Telah menasihati kami Rasulullah dengan nasihat yang membuat hati bergetar dan mata berlinang. Maka kami berkata: Wahai Rasulullah seolah-olah ini adalah nasihat perpisahan, nasihatilah kami !. Rasulullahpun bersabda yang artinya: Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, patuh dan taat walaupun dipimpin budak Habasyi, karena siapa yang masih hidup dari kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk, berpegang teguh kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan). Karena setiap hal yang baru itu adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah kesesatan.” [Hadits Shohih, Abu Dawud (4608), At-Tirmidzi (2676) dan Ibnu Majjah (44,43)].

Demikian pula Syaikh Husni “Allah yarhamuh” telah mengakhiri perjuangannya dengan kalimat-kalimat yang manis dan indah; menunjukkkan sikapnya yang ittiba’ (mengikuti) Rasulullah e. Nasihat beliau tidak jauh berbeda dengan apa yang telah disampaikan Rasulullah e dalam hadits di atas. Di sini kami akan merinci beberapa point yang menjadi inti dari nasihat beliau (Syaikh Husni “Allah yarhamuh”)

…Tanpa disadari, kita telah meniru kaum jahilliyah

Tatkala beliau menjelaskan masail al-jahilliyah, sampailah beliau pada salah satu ciri kaum jahiliyah dan musyrikin, yaitu  “berpecah belah”. Beliau mengawali rangkaian nasihatnya dengan membawakan firman Allah :

(#

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS: Ali-Imran:103)

Kemudian dengan gaya bahasanya yang menggambarkan kelugasan dan kesederhanaan, beliau berucap: “Kita sekarang ini ….pecah belah juga “

 

…Jangan bergolong-golongan, Berpartai dan berpecah belah

Selanjutnya beliau mengungkapkan (translasi bebas redaksi) : “Berpegang dengan tali Allah dalam ayat tersebut adalah mengokohkan pijakan diatas Al-Haq yakni apa yang dibawa oleh Rasulullah e (As-Sunnah). Setiap orang yang melepaskan ikatan tali Allah dari lehernya maka tercerai-berai, perselisihan dan permusuhan adalah kepastian yang akan ditemuinya.

Allah telah mengingatkan salah satu nikmatnya yang terbesar kepada para sahabat dengan ayat tersebut, ketika mereka dahulu berada dalam awan kelam pertikaian yang berkecamuk, kemudian Allah mempersatukan mereka dengan Al-Islam (As-Sunnah yang dibawa Rasulullah e). Allah mempersatukan hati-hati mereka…di atas millah (Agama) yang satu, di atas tauhid, di atas aqidah yang salim (selamat), di atas as-sunnah yang suci nan lurus. Allah telah menyelamatkan mereka dari fanatisme golongan, kelompok dan suku yang membelenggu mereka serta membutakan mereka dari Al-Haq.

Maka…!! Ingatlah keadaan kita diwaktu lampau dan hari ini wahai ummat…!! ketika kita dahulu tenggelam dalam kubangan kesyirikan dan bid’ah, terlena dalam selimut kejahilan tentang Ad-Din As-Shohihah (agama yang benar)…. Kita terpisah jauh dari jama’ah para sahabat. Lalu Alloh dengan nur-Nya mempersatukan kita di atas aqidah dan manhaj salafi yang lurus dan terang benderang. Akankah kita hancurkan dan mentahkan hidayah Allah ini dengan perpecahan, perselisihan, bergolong-golongan…. berpartai-partai. Partai ini… partai itu, saling membenci, saling hasad hanya karena simbol partai dan perkumpulan yang tidak dibangun di atas sunnah yang suci.

Kalian akan saling membenci satu sama lain bukan lagi karena Allah, demikian pula kalian akan saling mencintai tidak lagi demi mengharapkan wajah Allah….. akan tetapi karena fanatisme partai dan kelompok yang menggiring kita semua menuju jurang perpecahan yang tiada berhujung. Yang bernaung dalam satu wadah partai akan saling mencintai namun hasad dan dengki dengan saudaranya yang duduk untuk membela bendera partai yang lain. Mereka satu sama lain hanya bangga dengan kelompok dan partainya. Inilah dia ciri yang paling kental yang ditunjukkan oleh kaum jahilliyah dan musyrikin (kemudian beliau membaca firman Allah) :

  t

“ Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS: Ar-Rum: 31-32).

Beliau kembali mengungkapkan: tiada lagi jalan keluar dari semua kekalutan dan kekacauan ini kecuali dengan mempersatukan hati-hati kita di atas ilmu. Ini adalah syarat persatuan yang hakiki (yakni bersatunya hati di atas sunnah).

Kami (redaksi) katakan : Seolah-olah beliau hendak mengungkapkan bahwa bersatunya manusia dibawah bendera partai bukanlah model persatuan yang diinginkan Allah, bahkan bentuk persatuan yang dibenci dan diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Karena persatuan yang sesungguhnya bukanlah dengan iming-iming uang dan kekuasaan, melainkan dengan bersatunya hati manusia diatas prinsip yang satu. Allah telah menegaskan hal ini :

“ Dan jika mereka bermaksud menipumu, Maka Sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan Para mukmin, dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..”  (QS: Al-Anfal: 62-63)

Setelah membaca bebarapa ayat Allah, tidak lupa beliau membawakan kalam nubuwwah (sabda Rasulullah e ) sebagai kalimat yang mengokohkan keyakinan dan keinginan beliau. Beliau berucap (menukil sabda Rasulullah e): “ …. dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara “.

Sungguh di saat ini kita berada dalam kerumunan fitnah perpecahan dan pengelompokan, maka takutlah akan ancaman Allah, ketika dia mengabarkan tentang keadaan di masa jahilliyah dimana mereka berada di tepi jurang neraka. Lalu akankah kita sudi untuk kembali menuju tepian jurang neraka ?? setelah Allah menyelamatkan kita dan menyatukan hati kita dengan aqidah dan manhaj salaf ??

Allah berfirman (red) :

“ Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka Itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.”  (QS: Ali Imran: 105)

……Saya Sudah Tua !!

Demikianlah penggalan kalimat terakhir yang lemah-terlontar dari lisan beliau (Syaikh Husni “Allah yarhamuh”) dalam nasihatnya yang singkat itu. Beliau mengungkapkan (lagi-lagi dengan gaya bahasanya yang polos dan sederhana): “ Tiang merasakan diri … untuk wajib menyampaikan, ini memang berat …. tetapi neraka itu lebih berat (jika Al-Haq tidak disampaikan) ….. karena saya sudah tua … supaya jangan jadi urusan nanti di akhirat “.

Namun tampaknya ini bukanlah kalimat-kalimat terakhir, karena Syaikh Husni “Allah yarhamuh” kembali menegaskan (red.) :  “Jadi …. inilah cara-cara jahilliyyah; pecah belah, berkelompok-kelompok, bergolong-golongan, dan berpartai-partai. Kemuliaan seseorang di sisi Allah adalah karena taqwa, Allah berfirman :

¨“ Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS: Al-Hujurat: 13)

Tidak ada pembeda antara si hitam dan si putih, demikian pula tidak ada perbedaan antara Arab dan non Arab …. yang membedakan kita satu sama lain hanyalah taqwa. Isalam tidak melihat kepada warna kulit ataupun ras keturunan, apalagi kelompok atau partai. Yang keluar dari sunnah berarti ia telah mengikrarkan diri untuk masuk ke dalam sumur bid’ah yang gelap dan busuk. Yang memilih keluar dari jama’ah dan masuk ke dalam sekat-sekat perpecahan (partai), berarti memilih perpecahan di atas persatuan. Ini berarti keluar dari sunnah dan masuk ke dalam bid’ah.

Subhanallah….!! sungguh beliau adalah orang yang ikhlas mengikuti Rasulullah e . Sehingga beliau diberi hidayah untuk meninggalkan wasiat yang berharga ini untuk kita semua. Betapa tidak, Nabi kita telah mengingatkan bahwa akan terjadi badai fitnah dan perselisihan. Maka beliau memberikan jalan keluarnya yaitu dengan prisai As-Sunnah dan memerangi bid’ah. Demikian pula Syaikh Husni “Allah yarhamuh” dengan hidayah Allah telah menutup buku hariannya dengan nasihat yang menyentuh relung hati. Simbol dari sebuah kerisauan akan terjadinya gemuruh perpecahan dan fitnah; maka beliau mewasiatkan As-Sunnah sebagai tameng dan demokrasi/ politik non syar’i sebagai bid’ah tercela yang harus dihindari.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: