Menjalin Ukhuwah diatas Sunnah

 

Ketahuilah Sesungguhnya Barang Dagangan Allah Sangat Mahal, Ketahuilah Sesungguhnya Barang Dagangan Allah Adalah Surga-Nya (Hadist Bukhari Muslim)

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membeli dari dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta mereka dengan harga yang sangat mahal yakni surga”. Al-Imam Hasan Al-Basri, Qotadah Ibnu Diamah As-Sanusi ( 2 Ulama’ dari kalangan tabi’in yang terkenal) berkata :” Demi Allah, Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjual beli dengan mereka kemudian Allah memberikan harga yang sangat mahal dan sangat tinggi untuk mereka yaitu di berikan surga-Nya”.

 

1.Mukaddimah

Ma’asirah Ikhwah (Rekan-rekan Ikhwan yang dirahmati Allah). Kita senantiasa bersukur kepada Allah atas semua limpahan taufik dan nikmat yang tiada terhingga yang Allah Ta’ala berikan kepada kita karena Dia telah memilih kita sebagai seorang muslim kemudian menganugrahkan kepada kita hidayah dalam Sunnah ini sehingga kita bisa menempuh jalan dari sunnah Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam serta kita bersukur kepada Allah Ta’ala karna kita telah di mudahkan untuk menuntut ilmu sehingga dengan ilmu tersebut kita dapat memperbaiki diri kita utamanya hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala kaitannya dengan masalah-masalah akidah dan keimanan serta keyakinan dimana hal tersebut merupakan anugrah yang tiada terhingga yang sepatutnya kita banggakan dan kita sukuri karna hal ini jauh lebih berharga dari semua perhiasan dunia yang di himpun oleh manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (Yunus-58).

 

2.Penjelasan Maksud Penggunaan Kata-Kata Perniagaan dalam Alqur’an

Para Ikhwan yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Perniagaan yang tidak akan pernah merugi yang kami maksud  disini yakni perniagaan akhirat”. Judul  dari risalah ini adalah kami ambil dari lafazd Alqur’an (Tijaaratun lan Taburr  yang berarti perniagaan yang tiada pernah rusak dan tidak akan merugi selama-lamanya). Melalui ayatnya ini Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin mengingatkan kepada semua manusia tentang kehidupan abadi dan kekal di akhirat.

Allah Subhanhu wa Ta’ala mengambil kata-kata “perniagaan” dalam menyebutkan amalan-amaln sholeh kepada-Nya yakni  dengan mempermisalkannya dengan apa yang manusia lakukan & saksikan dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini. Kenapa demikian dan apa rahasia permisalan ini ?. Jawabannya adalah : “Karena terkadang manusia lebih mudah memahami sesutu dengan sebuah permisalan yang manusia lakukan dan saksikan dimana hal ini merupakan keadaan mayoritas manusia (Kebanyakan manusia lebih mudah tertarik dan lebih mudah mengambil pelajaran dan lebih senang kalau menyaksikan sesuatu yang nampak di hadapannya). Tidak semua orang mudah mengambil pelajaran atau langsung tergerak hatinya ketika di berikan motivasi  untuk mengejar sesutau yang tidak nampak seperti balasan- balasan di hari kemudian yang berhubungan dengan iman kepada yang ghoib.

Maka kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memisalkan amalan sholeh kepada-Nya sebagai sebuah  upaya tijaarah (perniagaan) untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dalam rangka mendekatkan pemahaman manusia agar mereka mudah untuk memahami masalah tersebut apalagi sudah kita ketahui, mayoritas manusia hanya mau mengambil  mendapatkan keuntungan dalam urusan-urusan dunia saja, yang mereka jadikan perhatian utama adalah hal-hal yang tampak dari perhasian dunia di hadapannya.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengungkapkan kondisi mayoritas manusia ini dalam firmannya :

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai (Ar-Rum-7).

Ayyuhal Ikhwatu fillah, sebagaimana yang kami di sampaikan di atas bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa mengumpamakan kepada manusia perkara-perkara yang mereka saksikan di dunia untuk kemudian mengambil pelajaran dan kemudian menerapkannya dalam hal-hal yang berkaitan janji dan keutamaan yang Allah sediakan di akhirat nanti. Seperti Masalah pakaian,Allah Ta’ala berfirman :

Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat (Al-A’raf- 26).

Ayat ini  menggambarkan bahwa jika manusia itu selalu ingin menghiasi dirinya dengan pakaian-pakain yang indah untuk menutupi penampilan lahirnya maka Allah mengingatkan bahwa ada pakain yang lebih utama untuk menutupi hati  manusia dan untuk menutupi batin mereka yaitu Libasuttakwa (pakaian takwa). Maka sebagaimana antum lebih suka kalau terlihat dengan penampilan yang baik maka hendaknya antum lebih suka terlihat di hadapan Allah  Ta’ala dengan pakaian sangat indah yaitu pakaian takwa. Dan ini juga merupakan sebuah contoh bagaiman Allah Ta’ala mengumpamakan pakaian manusia untuk memahamkan hambanya tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebaikan kepada-Nya.

Dan juga ayat-ayat yang seperti ayat masalah hajji dimana Allah menyebutkan masalah hajji dan keharusan mempersiapkan bekal bagi orang-orang yang ingin melaksanakannya.

Allah berfirman:

 

Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, Maka tidak boleh rafats, berbuat Fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal (Al-Baqarah-197)

Semua ayat yang kita sebut diatas adalah perumpamaan dari Allah agar manusia lebih mudah memahami ayat-ayat-Nya sehingga mereka lebih mengambil petunjuk-petunjuk-Nya. Maka Allah menamakan amalan-amalan sholeh dan perjuangan di jalan-Nya yang dilakukan untuk meraih ridho Allah Ta’ala dan meraih balasan kebaikan di sisi-Nya yaitu surga  dengan tijaarah (perniagaan) namun karena ini adalah merupakan perniagaan yang sangat mulia (yang kita ajak berniaga adalah zat yang Maha Mulia yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki dunia beserta isinya) maka tidak semua manusia berniat untuk melakukannya tetapi hanya orang-orang mulia saja yang berniat melakukan perniagaan yang tiada merugi ini. Allah Ta’alla berfirman :

 

 

10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Maka lihatlah ayyuhal ikhwatu fillah, Allah menamakan amalan-amalan seperti beriman kepada-Nya dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya dinamakan sebagai perniagaan dan sungguh ini adalah keutamaan yang besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepada manusia bahwa siapapun dia tentu tidak menginginkan kegagalan dalam usahanya (semua manusia menginginkan memiliki usaha yang selalu beruntung dengan keuntungan yang berlipat ganda dan tidak pernah merugi) maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajak hati manusia dan orang-orang yang beriman untuk memikirkan perniagaan ini yakni perniagaan yang sangat mulia dan memuliakan mereka serta perniagaan yang sangat tinggi keuntungannya. Jika dalam urusan dunia manusia banyak mengetahui sebab-sebab yang dapat mendatangkan keuntungan maka mereka tidak menerapkan hal ini dalam hal-hal yang berhubungan dengan akhirat mereka karena kita sangat memahami bahwa perniagaan ini lebih utama dan lebih mulia dari perdagangan duniawi.

 

 

3.Godaan Hawa Nafsu

Ayyuhal Ikhwatu Fillah, Ini adalah keadaan mayoritas manusia sebagai bukti bahwa hawa nafsu itu memang sangat mendominasi kehidupan manusia. Kita ketahui bersama bahwa hawa nafsu selalu mengajak kita kepada keburukan. Mengapa hawa nafsu itu begitu sulit untuk di tundukkan?. Jawabannya adalah : Karena godaan dunia itu begitu nampak di hadapan kita sampai-sampai orang-orang yang mempunyai kecendrungan terhadap agamapun bisa terkadang terbawa oleh godaan hawa nafsu tersebut namun hanya kelihatan lebih samar karena di bungkus dengan balutan agama.

Godaan hawa nafsu itu akan terlihat jelas kepada mereka pada saat mereka di tuntut untuk mengerjakan ketaan kepada Ta’ala namun tidak sesuai dengan hawa nafsunya.

Perhatikanlah makna firman Allah Ta’ala :

 

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi. Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata (Al-Hajj-11).

Maka hatilah-hatilah dengan hawa nafsu karena perkara hawa nafsu bukanlah ringan karena godaan-godaannya sangatlah besar dan inilah keadaan mayoritas manusia dan janganlah ada seorangpun diantara kita yang merasa aman dari godaan hawa nafsu ini dan inilah taufik yang Allah berikan kepada orang-orang yang di mudahkan untuk menuntut ilmu yang dengannya kita mengetahui penyakit-penyakit yang di timpakan kepada kita dari segi hawa nafsu kemuadian kita berusaha mengobatinya dengan petunjuk-petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan petunjuk Rasul-Nya Shallallhu ‘alahi wa sallam.


 


 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: